Manajemen Sampah Efektif di INNOVIBES 2: Open House ITB Innovation Park Berhasil Alihkan 84% Sampah dari TPA
Bandung, dkst.itb.ac.id – Gelaran INNOVIBES 2: Open House gedung ITB Innovation Park kawasan Summarecon 2025 bukan hanya menampilkan inovasi teknologi dan karya terbaik sivitas akademika ITB, tetapi juga menghadirkan praktik nyata dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.
Bekerja sama dengan Nyampih Indonesia, acara yang digelar pada 23 Oktober 2025 di ITB Innovation Park, Summarecon Bandung, berhasil mengelola total 26,3 kilogram sampah, dengan 84 persen di antaranya berhasil dialihkan dari TPA (Tempat Pembuangan Akhir).
Langkah ini mendukung upaya ITB menuju kampus berkelanjutan melalui inisiatif Zero Waste Campus, yang menempatkan pengelolaan limbah sebagai bagian integral dari setiap kegiatan di lingkungan kampus.
Selama tujuh jam kegiatan berlangsung, tim Nyampih Indonesia menerapkan sistem pengelolaan sampah yang terstruktur, mencakup penempatan fasilitas pilah, edukasi lapangan, hingga pengangkutan akhir. Tim Nyampih memastikan proses berjalan efektif di enam titik strategis, meliputi area makan, panggung, toilet, serta akses masuk dan keluar acara.
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa selama acara berlangsung, 26,3 kilogram sampah berhasil dikumpulkan dan dipilah berdasarkan jenisnya. Dari jumlah tersebut, 20,65 kilogram dialihkan ke proses daur ulang dan kompos, sementara sisanya merupakan residu campuran.
Kategori sampah yang dihasilkan meliputi organik dari sisa makanan dan kertas seberat 11.5 kg, PET botol air mineral dan minuman sebanyak 1.5 kg, kemasan makanan cup dan wadah plastik PP sebanyak 4,4 kg, tutup botol HDPE sebanyak 0,25 kg, wadah take away PP lembaran sebanyak 1,3 kg, dan kemasan susu dan kopi multilayer seberat 1,7 kg.
Sampah anorganik dikirim ke mitra daur ulang lokal, sedangkan sampah organik diolah menjadi kompos. Pendekatan ini tidak hanya mengurangi beban TPA, tetapi juga menghidupkan kembali potensi ekonomi sirkular melalui pemanfaatan material yang dapat didaur ulang.
Selain berhasil menekan timbulan sampah residu, kolaborasi ini juga memberikan kontribusi terhadap penurunan emisi karbon. Berdasarkan estimasi konservatif yang digunakan oleh Nyampih, kegiatan INNOVIBES 2 berhasil mengurangi emisi sekitar 11,8 kilogram CO₂e.
Perhitungan ini mencakup kontribusi dari pengomposan sampah organik serta daur ulang plastik PET, PP, dan HDPE yang menghasilkan penghindaran emisi signifikan dibandingkan jika seluruh sampah dikirim ke TPA.
“Pendekatan berbasis data seperti ini penting untuk memastikan bahwa setiap kegiatan bisa diukur dampak lingkungannya. Hasilnya dapat menjadi acuan bagi penyelenggara acara lain untuk beralih ke praktik yang lebih berkelanjutan,” ujar Karin, CEO Nyampih Indonesia.

INNOVIBES 2 Sebagai Contoh Praktik Baik Sustainable Event
Kesuksesan pengelolaan sampah di acara INNOVIBES 2 membuktikan bahwa acara kampus untuk publik bisa tetap berjalan seru tanpa meninggalkan dampak negatif terhadap lingkungan.
Dengan hasil 84% sampah berhasil dialihkan dari TPA, acara ini menjadi contoh konkret bahwa sustainable event management bukan hanya idealisme, tetapi dapat diterapkan secara nyata dan terukur.
“Kami bangga bisa mendukung DKST ITB dalam mengintegrasikan praktik keberlanjutan ke dalam penyelenggaraan acara. Semoga INNOVIBES bisa menjadi model untuk event kampus lainnya,” ujar Karin menutup.
Langkah ini menegaskan komitmen DKST ITB dalam mendorong penerapan keberlanjutan di setiap aktivitasnya, khususnya di lingkungan gedung ITB Innovation Park. Melalui pergerakan inovasi dan kolaborasi lintas pihak, DKST ITB berkomitmen untuk dapat terus menjadi wadah penggerak inovasi teknologi, sosial, dan lingkungan yang selaras dengan nilai keberlanjutan, menjadikan inovasi tidak hanya maju secara sains dan teknologi, tetapi juga berdampak nyata bagi bumi.
No Comments