Enter your keyword

ITB Hackathon 2025 Tunjukkan Standar Tinggi dalam Melahirkan Startup Teknologi – Catatan Mentorship Hari Tjahjono

ITB Hackathon 2025 Tunjukkan Standar Tinggi dalam Melahirkan Startup Teknologi – Catatan Mentorship Hari Tjahjono

ITB Hackathon 2025 Tunjukkan Standar Tinggi dalam Melahirkan Startup Teknologi – Catatan Mentorship Hari Tjahjono

Bandung, dkst.itb.ac.id – Dalam refleksinya, mentor ITB Hackathon 2025, Hari Tjahjono, menuturkan bahwa pendekatannya terhadap dunia usaha berbeda dengan pola pikir startup modern. Berbekal pengalaman sebagai pengusaha konvensional yang menempatkan profit sebagai fondasi utama sejak hari pertama, ia melihat bagaimana ekosistem startup global mengalami perkembangan pesat sejak istilah “startup” mulai dikenal pada 1970-an hingga era 1990-an, ketika berbagai unicorn bermunculan di banyak negara, termasuk Indonesia.

Meskipun tidak berasal dari kultur bisnis yang berorientasi pada pertumbuhan cepat, pengalaman panjangnya membangun perusahaan yang stabil dan berkelanjutan membuatnya merasa tertantang ketika ditunjuk sebagai mentor pada ITB Hackathon 2025 yang mengusung tema AI for Sustainability. Menurutnya, pertumbuhan startup tidak selalu harus mengejar skala besar dalam waktu singkat; yang terpenting adalah memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat.

Dalam program tersebut, Hari mendampingi satu tim peserta yang terdiri dari tiga arsitek muda, dua alumni ITB dan satu lulusan universitas Australia di Malaysia. Mereka mengembangkan solusi pemanfaatan kecerdasan buatan untuk mengoptimalkan penggunaan energi pada bangunan tinggi dan kawasan perumahan. Ia menilai ide tersebut tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak untuk diwujudkan mengingat 40% polusi global berasal dari bangunan yang belum menerapkan prinsip ramah lingkungan.

Sebagai mentor, Hari lebih banyak memberikan dukungan dari sisi non-teknis. Ia mendorong tim untuk membangun mental wirausaha yang kuat agar dapat keluar dari valley of death, fase kritis yang kerap membuat startup gagal tumbuh. Ia juga menekankan pentingnya memandang inovasi bukan hanya sebagai solusi teknologi, tetapi sebagai model bisnis yang utuh dan berkelanjutan.

Pada tahap akhir program, tim yang ia bimbing belum berhasil masuk ke tiga besar yang berhak mengikuti program inkubasi DKST ITB. Namun, menurut Hari, hal ini justru menegaskan tingginya standar dan kualitas peserta ITB Hackathon 2025. Ia mengapresiasi semangat tim yang tetap berkomitmen melanjutkan pengembangan solusi mereka, menyusun rencana bisnis jangka panjang, dan mempertahankan komunikasi dengannya setelah program berakhir.

Melihat antusiasme para peserta dan ide-ide yang muncul sepanjang kegiatan, Hari menyampaikan optimisme terhadap masa depan ekosistem startup teknologi di Indonesia. Ia menilai program hackathon seperti ini penting untuk terus diperluas ke berbagai kampus guna mendorong lahirnya inovator-inovator baru di bidang teknologi berkelanjutan.

No Comments

Post a Comment

Your email address will not be published.