Kaji Kelola Inkubator Bisnis, DKST ITB Terima Kunjungan Studi Banding Skystar Ventures UMN
BANDUNG, DKST.ITB.AC.ID – Direktorat Kawasan Sains dan Teknologi (DKST) ITB menerima kunjungan studi banding dari program inkubator bisnis Universitas Multimedia Nusantara, Skystar Ventures UMN, pada Kamis (26/2/2026).
Bertempat di kawasan ITB Innovation Park Bandung Technopolis, agenda ini difokuskan pada kegiatan benchmarking terkait tata kelola inkubasi bisnis, mekanisme seleksi startup, dan strategi pendampingan tenant.
Delegasi Skystar Ventures UMN yang hadir berjumlah empat orang, dipimpin oleh Business Incubator Vice Manager, Cinthya Tania, bersama Head of Program Michelle Greysianti, Program Officer Hoky Nanda, dan Creative Officer Reynaldy Michael.

Kehadiran rombongan disambut langsung oleh Deputi Direktur Bidang Inkubasi dan Akselerasi Bisnis DKST ITB, Fathiro Hutama Reksa Putra, S.T., M.Sc., Ph.D. Dalam sesi diskusi, Fathiro memaparkan peran ekosistem DKST ITB sebagai hub hilirisasi yang berfokus menjembatani inovasi akademik dengan kebutuhan industri.
Diskusi berlangsung interaktif, khususnya saat delegasi UMN menanyakan indikator seleksi bisnis dan durasi program inkubasi di ITB. Menjawab hal tersebut, Fathiro menjelaskan bahwa DKST ITB berfokus pada inovasi yang telah mencapai Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TRL) 7 hingga 9.
“Proses penyaringan startup atau tenant biasanya dilakukan melalui pengumuman terbuka (Open Call for Proposal) untuk memastikan inovasi tersebut siap diakselerasi menuju komersialisasi. Terkait durasi, DKST memberikan masa pembinaan dan inkubasi secara intensif selama satu tahun,” jelas Fathiro.
Untuk memaksimalkan dampak komersialisasi, DKST ITB menargetkan pembinaan terhadap 30 startup pada tahun ini.

Usai sesi diskusi, agenda dilanjutkan dengan tinjauan lapangan (lab tour) ke sejumlah fasilitas riset dan pengembangan di Gedung 1 ITB Innovation Park. Rombongan Skystar Ventures diajak melihat langsung ekosistem riset unggulan, mulai dari laboratorium Smart City (SCCIC) di Lantai 9, rekayasa biomedis (EBM Scitech) di Lantai 8, hingga pusat desain sirkuit terpadu (ICDeC) di Lantai 7.
Kunjungan ini diharapkan dapat mempererat sinergi antar-inkubator perguruan tinggi dalam membangun ekosistem startup nasional yang tangguh dan berdampak luas.
No Comments