DKST ITB Gelar Korea-Indonesia Innovation Conference 2026, Tandai Pembentukan KIIP sebagai Platform Kolaborasi Indonesia–Korea
BANDUNG, dkst.itb.ac.id – Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui Direktorat Kawasan Sains dan Teknologi (DKST) menyelenggarakan Korea-Indonesia Innovation Conference (KIIC) 2026 di ITB Innovation Park, Summarecon Bandung, Selasa (1/7/2026). Forum ini mempertemukan perguruan tinggi, industri, pemerintah, startup, investor, dan lembaga riset dari Indonesia serta Korea Selatan untuk memperkuat kolaborasi inovasi, mempercepat hilirisasi riset, sekaligus menandai peluncuran Korea-Indonesia Innovation Partners (KIIP) sebagai platform kolaborasi berkelanjutan kedua negara.

KIIC 2026 menjadi bagian dari upaya ITB memperluas jejaring kemitraan internasional sekaligus menjembatani hasil riset dengan kebutuhan industri. Peluncuran KIIP ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara ITB bersama Dongmin Co., Ltd., Onnamu Co., Ltd., dan PT Mediasi Indonesia. Platform tersebut akan berperan sebagai innovation hub yang memfasilitasi riset bersama, transfer teknologi, business matching, pengembangan startup, hingga komersialisasi hasil riset.
Selama penyelenggaraan, KIIC 2026 menghadirkan tiga sesi utama, yaitu Food and Agricultural Innovation, Digital Innovation and Creative Technology, serta Beauty and Healthcare Innovation. Selain itu, agenda Business Matching mempertemukan perusahaan Korea Selatan dengan peneliti, pusat riset, unit bisnis, dan startup ITB untuk menjajaki peluang kolaborasi, investasi teknologi, serta pengembangan produk inovatif.

Wakil Rektor Bidang Komunikasi, Kemitraan, Kealumnian, dan Administrasi ITB, Dr. Andryanto Rikrik Kusmara, S.Sn., M.Sn., menegaskan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan mitra internasional merupakan fondasi penting dalam mempercepat hilirisasi riset. Menurutnya, pembentukan Korea-Indonesia Innovation Partners (KIIP) di ITB Innovation Park diharapkan menjadi wadah kolaborasi jangka panjang yang memperkuat transfer teknologi, pengembangan inovasi, dan kemitraan industri antara Indonesia dan Korea Selatan.
Sementara itu, Deputi Direktur Bidang Transfer Teknologi DKST ITB, Rofiq Iqbal, S.T., M.Eng., Ph.D., mengatakan bahwa Korea-Indonesia Innovation Conference (KIIC) dirancang tidak hanya sebagai forum diskusi, tetapi juga sebagai ruang lahirnya kolaborasi yang menghasilkan dampak nyata. “Kami ingin KIIC menjadi lebih dari sekadar konferensi. Forum ini kami rancang sebagai ruang lahirnya kolaborasi nyata antara Indonesia dan Korea, sehingga inovasi tidak berhenti sebagai hasil penelitian, tetapi mampu berkembang menjadi solusi yang memberikan manfaat ekonomi dan sosial,” ujarnya.

Penyelenggaraan KIIC 2026 merupakan bagian dari rangkaian INNOVIBES 2026 yang juga menghadirkan pameran inovasi, open house ITB Innovation Park, serta Pra Musyawarah Nasional Perkumpulan Transfer Teknologi Indonesia (PRAMUNAS PTTI). Melalui pembentukan KIIP, ITB berharap kolaborasi Indonesia–Korea dapat terus berkembang menjadi kemitraan strategis yang mempercepat hilirisasi riset, memperkuat daya saing industri, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi berbasis pengetahuan di kedua negara.
No Comments