Enter your keyword

DKST ITB Terima Kunjungan Studi Banding Institut Teknologi Sumatera

DKST ITB Terima Kunjungan Studi Banding Institut Teknologi Sumatera

DKST ITB Terima Kunjungan Studi Banding Institut Teknologi Sumatera

BANDUNG, dkst.itb.ac.id – Direktorat Kawasan Sains dan Teknologi (DKST) Institut Teknologi Bandung (ITB) menerima kunjungan studi banding (benchmarking) dari Institut Teknologi Sumatera (ITERA). Kegiatan ini berlangsung di ITB Innovation Park, Kawasan Summarecon Bandung, pada Kamis (4/12/2025).

 

Kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka upaya ITERA untuk meningkatkan kualitas layanan pengelolaan inovasi, riset berdampak, serta pengembangan ekosistem hilirisasi di lingkungan kampusnya. Fokus utama diskusi mencakup pertukaran informasi terkait tata kelola Science Techno Park (STP), mekanisme inkubasi bisnis, hingga strategi kolaborasi industri.

 

Rombongan ITERA dipimpin oleh Ketua Pusat Implementasi Inovasi, Deni Subara, S.Si., M.T., Ph.D., beserta lima anggota tim lainnya. Kehadiran delegasi disambut secara resmi oleh Deputi Direktur Bidang Inkubasi dan Akselerasi Bisnis DKST ITB, Fathiro Hutama Reksa Putra, S.T., M.Sc., Ph.D.

 

Dalam sesi diskusi, Fathiro Hutama Reksa Putra memaparkan pendekatan ITB dalam mengelola kawasan sains dan teknologi. Beliau menekankan pentingnya pengelolaan STP yang didominasi oleh tenaga profesional. Pendekatan ini diterapkan untuk memastikan operasional kawasan berjalan efektif dan fokus, tanpa mengganggu tugas tri dharma perguruan tinggi yang diemban oleh para dosen.

 

Topik mengenai mekanisme inkubasi bisnis juga menjadi sorotan utama. Fathiro menjelaskan bahwa DKST ITB memiliki sistem kurasi yang ketat dalam memilih startup binaan. Prioritas diberikan kepada usaha rintisan yang memiliki afiliasi dengan ITB—baik dari unsur alumni, mahasiswa, maupun dosen—pada level pendiri (founder). Selain itu, aspek potensi pasar, traksi penjualan, dan kepemilikan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) menjadi indikator krusial dalam proses seleksi.

 

Terkait strategi pendampingan, DKST ITB memanfaatkan jejaring basis data (database) historis yang relevan untuk menunjuk mentor yang tepat, termasuk melibatkan para wirausahawan alumni. Strategi ini diperkuat melalui sinergi dengan unit kealumnian untuk memperluas jangkauan mentor profesional yang sesuai dengan kebutuhan spesifik setiap startup.

 

Pada kesempatan yang sama, Ketua Pusat Implementasi Inovasi ITERA, Deni Subara, menyampaikan apresiasinya atas wawasan yang dibagikan. Beliau juga menjajaki potensi kerja sama strategis antara kedua institusi di masa depan, khususnya peluang kolaborasi dalam valuasi teknologi dan komersialisasi produk inovasi ITERA dengan dukungan keahlian dari ITB.

No Comments

Post a Comment

Your email address will not be published.